Langsung ke konten utama

Review Film " Real" Kim Soo Hyun 2017



Kali ini pingin berbagi pengalaman nonton film Real yang dibintangi sama Kim Soo Hyun dan Sulli ex girl grub FX kalau nggak salah. Film ini realis tahun 2017 lalu, tapi baru sempet nonton tahun kemaren 2018. Ketertarikan awal pingin nonton film ini sih karena sebelumnya sempet nonton filmnya Kim Soo Hyun yang Seceatly Greatly tahun 2013, karena di film itu aktingnya lumayan keren meski agak bikin ilfeel ya. Dari film Seceatly Greatly itu lah saya tertarik buat nonton film Real ini.

Ide cerita film ini sih bisa dibilang sederhana. Mengkisahkan seorang gangster muda bernama Jang Tae Young yang bermimpi membangun sebuah hotel kasino. Kemudian datang seorang reporter yang tertarik dengan kehidupannya dan membuat dokumentasi tentang apa saja yang dilakukan Tae Young baik dalam kehidupan pribadinya maupun pekerjaannya. Untuk mengumpulkan data dan dokumentasi tersebut, si reporter mengikuti kemana saja Jang Tae Young pergi. Nah.. data yang dikumpulkan itu lah yang digunakan oleh si reporter untuk mencuri identitas Jang Tae Young dengan sebelumnya melakukan bedah plastik. Tidak berhenti pada konflik antara dua tokoh itu saja, konflik dengan rekan sesama gangster dan kisah asmara pun turut mewarnai film ini.

Garis besar ceritanya kurang lebih seperti itu. Secara ide cerita sih keren, pencurian identitas digabungkan dengan dunia gangster lengkap dengan dunia kriminal dan prostitusinya. Namun film dengan durasi hampir dua jam ini memiliki plot yang membingungkan.

Film Real ini terbagi dalam tiga bagian birth, vs, dan real. Pada bagian birth alur cerita masih mudah dipahami. Keterkaitan tokoh satu dengan yang lain sedikit membingungkan, tapi akan jelas ketika sampai pada bagian real (saya harus nonton dua kali untuk paham keterkaitan antar tokoh dalam pencurian identitas, terutama keterkaitan Sulli dengan dua karakter utama). Pada bagian VS pun masih lumayan bisa dipahami, meski beberapa konflik dan plot yang maju mundur sedikit memusingkan. Nah...pas sampai bagian real ini nih mulai bikin kacau. Bagian Jang Tae Young dan si Pencuri identitas bertemu dan terjadi baku hantam. Sungguh bagian ini bikin bingung mana jang tae young asli dan mana yang palsu, kepentingan apa dibalik pencurian identitas, dan kalau dicermati lagi, ada bagian saat si reporter tengah dalam keadaan kritis dan dokter menyuntikkan cairan biru. Cairan biru yang mampu meningkatkan kerja jantung dan energi itu pun tidak dijelaskan asal usulnya.

Selain plot yang membingungkan, editing film ini juga terbilang kasar, terutama penggunaan grafis pada bagian akhir saat Jang Tae Young melakukan baku hantam, efek grafis yang digunakan terlihat berlebihan dan kurang rapi.

Dalam beberapa forum banyak yang menyatakan film ini merupakan film yang panas. Mungkin karena ada beberapa scane adegan ranjang yang cukup intim. Menurut saya pribadi sih nggak masalah ada adegan intim asalkan sesuai dengan jalan cerita. Tapi dalam film ini, adegan tersebut seolah nampak sebagai pelaris, tidak ada kaitannya dengan cerita atau adegan sebelumnya. Penonton secara tiba-tiba disuguhi adegan panas tersebut. Sumpah itu scane malah bikin nggak nyambung dan bikin risih.

Ada juga yang berpendapat Kim Soo Hyun kurang mampu memerankan dua karakter berbeda sekaligus, namun menurut saya dia cukup piawai memerankan karakternya.  Pada bagian awal bisa dilihat bahwa Jang Tae Young adalah tokoh yang tidak kenal takut dan memiliki kepercayaan diri sementara si pencuri identitas adalah tokoh yang tenang namun penuh ketakutan dan gelisah. Tapi pada bagian pertengahan, ketika identitas Jang Tae Young berhasil dicuri, dia seolah mengeluarkan apa yang diperlajarinya dari Jang Tae Young asli. Cara bicara, berjalan, menatap, dan sebagainya. Nyaris tanpa celah, namun jika kalian cermat pada adegan bos konglomerat yang bersitegang dengan Jang Tae Young dihadapkan dengan dua Jang Tae Young, Kim Soo Hyun yang memerankan Jang Tae Young palsu menunjukkan ekspresi gelisah dan sorot mata ketakutan. Well...dari scane ini tentu penonton tahu mana yang asli dan yang mana yang palsu. Menurut saya detail- detail semacam ini lah yang menunjukkan kemampuan akting Kim Soo Hyun.

Hanya saja film ini jadi tidak sesuai dengan judulnya. Karakter Jang Tae Young sebagai main role seperti bukan manusia. Bagaimana bisa manusia tidak mempan ditembak dan mampu menghadapi banyak musuh sendirian. Terkesan berlebihan dan bikin gendre action berubah menjadi fantasi dalam seketika. Dan point penting yang harus digaris bawahi, film ini nggak jelas siapa protagonis dan siapa antagonisnya.

Nampaknya itu aja sih review dari saya. Buat kalian yang belum nonton dan berencana nonton, kalian harus nonton sendiri untuk membuktikan review ini. Meskipun banyak yang bilang ceritanya sulit dipahami, tapi kalau nonton berkali-kali dan dicermati ceritanya cukup sederhana dan menarik kok.

Selamat menonton….

Komentar

  1. iya lho, aku aja masih bingung banget, soalnya diawal itu kan ada adegan klo tae young kayak lg nyembuhin penyakit mental, pokonya gk paham, alur nya maju mundur banget

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review “The Legend of The Blue Sea” Lee Min-ho dan Jun Ji Hyun

sumber gambar:  legend of the blue sea Akhirnya nonton dramanya Le Min Ho, sebenernya karena pemeran ceweknya sih alesan nonton drama ini. Yes.. Jun Ji-hyun adalah salah satu aktris Korea Selatan dengan honor tertinggi dan emang nggak perlu diragukan lagi kemampuan aktingnya. Well . Biar nggak berlama-lama, langsung saja kita review drama 2016 ini. Pada episode awal jalan cerita sedikit garing menurutku. Membosankan dan mulai terasa seperti alur sinetron yang dilebih-lebihkan. Tapi ya mau gimana lagi, ceritanyakan putri duyung yang keluar dari dunianya. Ya jelas aja kalau dia masih asing dan terlihat berbeda. Tapi jalan sampai beberapa episode berikutnya malah nagih dan bikin penasaran. Alur cerita masa modern dan masa lampau yang digabung dan dibuat berkaitan juga bikin drama ini makin seru. Awalnya sih mikir mungkin perjalanan waktu. Tapi ternyata malah kaya semacam mimpi atau ikatan antara masa lalu dan masa sekarang. Memasuki episode pertengahan penonton mulai...

Book Shaming “Jangan Menghakimi Apa Yang Orang Lain Baca”

sumber gambar: https://editorialrxpress.com/book-readers-today/ Belum lama ini saya sedang membaca beberapa buku tentang strategi jualan online via medsos dan blog pribadi. Bacaan yang jauh berbeda dari buku yang selama ini saya baca. Mungkin karena memang sekarang sedang menjalankan usaha dan memang perlu strategi marketing online, saya memutuskan untuk belajar dari pengalaman pengusaha yang memang sukses memasarkan produk maupun jasa mereka melalui media ini. Nah… karena kebiasaan itu ada beberapa teman yang sering berkomentar. “tumben baca buku kaya gini?” Ada juga yang meremehkan bacaan yang sedang saya baca “emang bakalan berhasil kalau ngikutin tips-tips dari buku kaya gini?”. Yah...seorang temen juga ada yang dikritik karena hobby baca buku teenlit sementara dia mengambil studi sastra. Sejak kapan anak sastra nggak boleh baca novel teenlit. Sejak kapan ada keharusan anak sastra baca novel sastra atau puisi yang berat. Sejak kapan pula seorang aktivis ...