Langsung ke konten utama

Review “The Legend of The Blue Sea” Lee Min-ho dan Jun Ji Hyun


sumber gambar: legend of the blue sea

Akhirnya nonton dramanya Le Min Ho, sebenernya karena pemeran ceweknya sih alesan nonton drama ini. Yes.. Jun Ji-hyun adalah salah satu aktris Korea Selatan dengan honor tertinggi dan emang nggak perlu diragukan lagi kemampuan aktingnya.

Well. Biar nggak berlama-lama, langsung saja kita review drama 2016 ini.
Pada episode awal jalan cerita sedikit garing menurutku. Membosankan dan mulai terasa seperti alur sinetron yang dilebih-lebihkan. Tapi ya mau gimana lagi, ceritanyakan putri duyung yang keluar dari dunianya. Ya jelas aja kalau dia masih asing dan terlihat berbeda. Tapi jalan sampai beberapa episode berikutnya malah nagih dan bikin penasaran. Alur cerita masa modern dan masa lampau yang digabung dan dibuat berkaitan juga bikin drama ini makin seru. Awalnya sih mikir mungkin perjalanan waktu. Tapi ternyata malah kaya semacam mimpi atau ikatan antara masa lalu dan masa sekarang.

Memasuki episode pertengahan penonton mulai dibuat penasaran karena cerita di masa lalu yang terulang kembali, dengan karakter dan kejadian yang sama. Anehnya mimpi-mimpi yang menunjukkan gambaran masa lalu itu tidak hanya menghantui tokoh utama tapi hampir semua tokoh yang saling berkaitan. Masing-masing tokoh seolah digiring untuk mengulang kejadian di masa lalu. Namun tokoh Heo Jun-jae yang diperankan oleh Lee Min-ho berpikir bahwa kejadian di masa lalu harus di perbaiki agar tidak terulang kembali.
Selain hubungan asmara Heo Jun Jae dan putri duyung bernama Shim Cheong (Jun Ji Hyun), Konflik yang disajikan pun cukup beragam. Mulai dari perebutan warisan dengan saudara tiri yang sebenarnya tidak memiliki ikatan darah, permasalahan dengan kolega yang hendak ditipu yang sebenarnya adalah kerabat teman kampusnya dulu, pencarian ibunya yang menghilang selama belasan tahun, hingga upaya menyelamatkan kekasihnya dari pembunuh berantai yang sebenarnya adalah ayah kandung dari saudara tirinya.

Berhubung drama ini bergendre fantasi dan mengkisahkan romance antara dua dunia yang berbeda, sempet mikir kalau bakal sad ending. Apalagi pada episode-episode akhir kejadian di masa lampau mulai terulang kembali. Orang kepercayaan Heo Jun-jae mengalami koma karena hendak dibunuh, ayahnya meninggal diracun ibu tirinya, Heo Jun-jae sendiri dijebak dan dituduh sebagai pembunuh ayahnya, dan seolah sahabat yang selama ini menemaninya Jo Nam-do menghianatinya.

Eh ternyata itu Cuma asumsi penonton ya, maksutnya asumsiku pribadi pas nonton drama ini. Dan ternyata Jo Nam-do nggak berkhianat, dia justru menyusun rencara lewat penghianatan pura pura tersebut untuk mengungkap kebenaran bahwa Heo Jun-jae tidak bersalah. Siasat tersebut akhirnya berhasil berkat kerjasama mereka dan seorang detektif yang di masa lampau adalah bawahan Heo Joon-jae. Setelah kebenaran atas kematian ayahnya terungkap secara tak terduga, terjadi konflik Antara Heo Jun-jae dan Heo Chi-hyun (saudara tiri Heo Jun-jae). Yang akhirnya konflik tersebut berakhir dengan  tertembaknya Shim Chung karena mencoba menyelamatkan Heo Joon-jae. Shim Chung terluka cukup parah dan membuatnya harus kembali ke lautan.

 Agak sedih pas momen Shim Chung meninggalkan orang-orang yang dekat dengan dia dan menghapus ingatan mereka sebelum kembali ke lautan. Pada moment ini aku udah berasumsi pasti sad ending. Eh ternyata salah lagi, setelah momen menyedihkan ternyata cerita belum selesai. Tiga tahun berlalu dan semua berubah. Heo Jun-jae mengambil kuliah hokum dan menjadi jaksa rookie, itu artinya dia dan kawan-kawannya tidak lagi bekerja sebagai penipu. Si hacker imut Tae oh (Shin Won-ho) bekerja untuk kepolisian, Jo Nam–do membuka kelas konsultasi, Cha Shi-ah yang diperankan oleh Shin Hye-sun akhirnya menemukan cinta sejatinya Tae oh setelah cukup lama menyukai Heo Jun-jae, ibunya kembali menjadi konglomerat dan membuka yayasan untuk anak-anak yang kabur dari rumah, dan Shim Cheong akhirnya pulih setelah tiga tahun lamanya kembali ke lautan. After all akhirnya dia kembali ke daratan menemui pujaan hatinya, namun sayang semua orang yang dicintainya bahkan tak mengingat namanya. Lantas bagaimana dengan si pangeran Heo Jun-jae? Masihkah dia ingat dengan kekasih yang tertembak untuk melindunginya?

Biar nggak penasaran, kalian harus nonton sendiri dramanya, nggak terlalu panjang kok, 16 episode, kalau rajin dua minggu pasti selesai. Ingat jaga kesehatan, jangan marathon nanti jadi zombie.

baca sinopsis dramanya ⇝klik di sini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Film " Real" Kim Soo Hyun 2017

Kali ini pingin berbagi pengalaman nonton film Real yang dibintangi sama Kim Soo Hyun dan Sulli ex girl grub FX kalau nggak salah. Film ini realis tahun 2017 lalu, tapi baru sempet nonton tahun kemaren 2018. Ketertarikan awal pingin nonton film ini sih karena sebelumnya sempet nonton filmnya Kim Soo Hyun yang Seceatly Greatly tahun 2013, karena di film itu aktingnya lumayan keren meski agak bikin ilfeel ya. Dari film Seceatly Greatly itu lah saya tertarik buat nonton film Real ini. Ide cerita film ini sih bisa dibilang sederhana. Mengkisahkan seorang gangster muda bernama Jang Tae Young yang bermimpi membangun sebuah hotel kasino. Kemudian datang seorang reporter yang tertarik dengan kehidupannya dan membuat dokumentasi tentang apa saja yang dilakukan Tae Young baik dalam kehidupan pribadinya maupun pekerjaannya. Untuk mengumpulkan data dan dokumentasi tersebut, si reporter mengikuti kemana saja Jang Tae Young pergi. Nah.. data yang dikumpulkan itu lah yang digunakan oleh si repo...

Book Shaming “Jangan Menghakimi Apa Yang Orang Lain Baca”

sumber gambar: https://editorialrxpress.com/book-readers-today/ Belum lama ini saya sedang membaca beberapa buku tentang strategi jualan online via medsos dan blog pribadi. Bacaan yang jauh berbeda dari buku yang selama ini saya baca. Mungkin karena memang sekarang sedang menjalankan usaha dan memang perlu strategi marketing online, saya memutuskan untuk belajar dari pengalaman pengusaha yang memang sukses memasarkan produk maupun jasa mereka melalui media ini. Nah… karena kebiasaan itu ada beberapa teman yang sering berkomentar. “tumben baca buku kaya gini?” Ada juga yang meremehkan bacaan yang sedang saya baca “emang bakalan berhasil kalau ngikutin tips-tips dari buku kaya gini?”. Yah...seorang temen juga ada yang dikritik karena hobby baca buku teenlit sementara dia mengambil studi sastra. Sejak kapan anak sastra nggak boleh baca novel teenlit. Sejak kapan ada keharusan anak sastra baca novel sastra atau puisi yang berat. Sejak kapan pula seorang aktivis ...