Sumber gambar:Man to man
Tak hanya berhasil menghidupkan karakter yang diperankannya, Park Hae-jin juga berhasil membangun camistry dengan lawan mainnya Kim Min-jung dan Park Sung-woong.
Drama Man to Man sendiri merupakan drama bergendre action komedi dengan bumbu-bumbu romance tentunya. Mengkisahkan seorang agen rahasia Kim Seol-woo (Park Hae-jin) yang harus menyamar sebagai pengawal pribadi aktor laga Yeo Woon-gwang (Park Sung-woong) demi menyelesaikan misi rahasianya. Ditengah penyamarannya Kim Seol-woo sering bersitegang dengan secretaris sang aktor yaitu Cha Do-ha (Kim Min-jung) yang pada akhirnya membawa mereka pada kisah asmara.
Singkat ceritanya sih seperti itu, meski garis besar ceritanya sederhana, namun ketika menonton drama ini, penulis naskah cukup apik menyusun alur cerita dan membangun konflik. Bahkan dalam upaya menyelesaikan misi tersebut penonton digiring untuk ikut bermain teka teki. Menebak siapa antagonis sebenarnya, apa yang disembunyikan dari potongan kunci yang coba dikumpulkan, keterkaitan dan keberpihakan tokoh dan urusan asmara lead role tentunya.
Menonton drama Man to Man ini seolah sedang belajar psikologi. Secara nggak langsung penonton diajak membaca bahasa tubuh para tokoh. Bagaimana tatapan keraguan Cha Do-ha menggambarkan bahwa ia sedang berbohong, memikirkan dan mencemaskan seseorang itu mengisyaratkan betapa pentingnya seseorang itu, memberikan pertanyaan tak terduga untuk memperoleh kebenaran, bagaimana seseorang yang pandai menyembunyikan kebohongan namun tidak dengan detak jantungnya. ah...banyak lah bahasa tubuh yang coba penulis tonjolkan dalam drama Man to Man ini dan menurutku justru membuat drama ini makin menarik.
Tapi ada yang bikin agak ngeganjil sih. Tepatnya pada awal episode setelah Kim Seol-woo mengencani anak bos mafia dan akhirnya mendekam di penjara ilegal. Bagaimana dia menjalani kehidupan penjara, mengamati tata letak penjara, membuat keributan dengan narapidana lain agar bisa masuk riuang isolasi dan bisa menyusun rencana melarikan diri, bahkan sampai cara Kim Seol-woo melarikan diri bersama rekannya. Semua adegan itu sama persis dengan adegan dan cerita di film Escape Plane yang dibintangi oleh Sylvester Stallon pada tahun 2013. atau mungkin emang penulis naskah terinspirasi dari film itu.
Hampir setiap nonton drama korea, hal yang paling bikin kecewa adalah tokoh utama itu selalu dibuat sempurna. Tampan, cerdas, dan selalu jadi pemenang. Well. Pada kenyataannya mana ada manusia macam itu. Meskipun dalam beberapa episode Kim Seol-woo sempat ditikam dan tertembak, namun dalam banyak pertempuran dia nyaris menang tanpa luka sedikit pun. Bahkan saat dia berada dalam penjara ilegal dan terlibat perkelahian dengan narapidana lain dia berhasil mengalahkan lawan yang terdiri dari beberapa orang yang tentunya sangat terlatih. Bahkan Silvester Stallon pun terluka sangat parah dan perlu mengalami beberapa kali konflik untuk bisa kabur dari penjara tersebut.
Karena bergendre action komedi, jadi kalian nggak usah khawatir kalau drama ini bakal bikin bosen karena dipenuhi baku hantam dan upaya menyelesaikan misi rahasia. Hampir di setiap episode terselip humor yang bikin ketawa ketiwi dan dalam drama Man to Man ini bisa lihat akting konyol Park Hae-jint enyunya.
Romansa Kim Seol-woo dan Cha Do-ha pun nggak kalah seru, bikin gemes-gemes ngakak. Kisah asmaranya sih cukup dewasa menutku, nggak kebanyakan drama, romantis juga nggak. Tapi justru hubungan mereka terlihat natural kaya orang pacaran biasa. Detail-detail perhatian, bahasa tubuh orang kasmaran bener-bener ditonjolin ketimbang hal-hal yang romantis. Romance scane yang paling favorit itu pas Kim Seol-woo diam-diam cemburu saat Cha Do-ha didekati seorang aktor dan moment Kim Seol-woo terlihat bahagia pas ditelfon sama Cha Do-ha dan ngobrol panjang lebar.
Menurut penilaian pribadiku yang bikin point plus drama ini itu ya penonjolan-penonjolan bahasa tubuh para tokoh dan relasi antar tokoh yang tidak berlebihan.
Man to Man adalah salah satu drama yang sampai saat ini masih belum bosen buat ditonton ulang dan bikin lama buat move on. Actionnya dapet, komedinya dapet, romancenya apalagi. Akting para pemainnya pun sudah tidak perlu diragukan lagi.
Demikian ulasan drama Man to Man dari aku, kalau kalian nonton mungkin akan beda lagi ulasannya. Karena pengalaman menonton film, wawasan, dan selera masing-masing orang berbeda.

Komentar
Posting Komentar