Langsung ke konten utama

Sinopsis “Legend Of The Blue Sea” Drama Lee Min-ho dan Jun Ji-hyun (2016)


sumber gambar: legend of the blue sea

Nulis review rasanya kurang pas kalau nggak nulis sinopsisnya. Ya iya lah, gimana orang bisa tau gambaran ceritanya coba. Informasi para memain yang terlibat sampai setting lokasi.
Well. Drama Legend Of The Blue Sea ini sebenernya drama Lee Min-ho dan drama bergendre romance fantasi pertama yang selesai aku tonton sampai akhir. Ini pun karena emang suka sama pasangan Lee Min-ho dalam drama ini. Yes Jun Ji-hyun. Ide ceritanya sederhana, percintaan dua dunia yang berbeda Antara putri duyung dan manusia. Mirip little mermaidnya Disney, nggak sama sekali. Putri duyung ini nggak menukar suaranya sama kaki kok.

Cerita berawal dari Heo Joon-jae (Lee Min-ho) dan kedua temannya Jo Nam-do (Lee Hee-joon), dan Tae oh (Shin Won-Ho) yang merupakan penipu kelas kakap. Mereka melakukan penipuan sebagai jaksa yang menangani kasus pembunuhan yang dilakukan oleh anak seorang ibu ibu konglomerat. Ibu tersebut mencoba menyuap jaksa atas tuduhan kejahatan anaknya. Setelah melakukan penipuan tersebut ketiganya melakukan perjalanan wisata secara terpisah. Heo Joon-jae melakukan perjalanan ke Spanyol dan menginap di salah satu hotel dekat pantai. Di sinilah awal pertemuannya dengan putri duyung. Sebuah pertemuan yang tak terduga dan bikin penonton agak ilfeel pas nonton episode awal ini.

Berawal dari pertemuan tak terduga, upaya mencuri gelang giok bernilai milyaran won dari putri duyung, dikejar pembunuh bayaran yang disewa ibu konglomerat yang merasa telah ditipu, sampai timbulnya benih-benih cinta yang akhirnya membawa si putri duyung mengikuti Heo Joon-jae ke Seol.

Si putri duyung berenang selama tiga hari tampa berhenti untuk sampai di Seol menemui pujaan hatinya. Namun tak segampang membalik telapak tangan, pencarian tersebut memakan waktu yang cukup lama. Selama pencarian tersebut putri duyung bertemu dengan banyak orang yang pada akhirnya menjadi sahabatnya. Seorang gadis kecil kesepian yang bisa mendengar suara hatinya, gelandangan yang bijak, sampai ibu dan anak gadis yang arogan.

Dalam drama ini Heo Joon-jae digambarkan sebagai karakter yang berbelas asih dan hangat, meskipun seorang penipu ulung ya. Karena sikap belas asih ini lah si putri duyung diajaknya menginap di rumahnya dan diberi nama Shim Chung. Tidak hanya tinggal berdua mereka juga tinggal bersama dua sahabatnya yang juga penipu.

Selama beberapa lama identitas Shim Chung mulai terungkap. Sampai Heo Joon-jae menyukainya dan mampu membaca hatinya. Mulai saat itulah Heo Joon-jae sadar bahwa Shim Chung adalah putri duyung dan sebelumnya pernah bertemu di Spanyol.
Hari-hari mereka lalui dengan beberapa konflik yang bikin ketawa ketiwi. Gimana nggak coba, ada putri duyung yang kecanduan drama dan dia belajar berkomunikasi serta menjalani kehidupan manusia melalui itu.

Selain fokus cerita Antara Shim Chung dan Heo Joon-jae, ada kisah soal pembunuh berantai yang mengincar putri duyung bernama Ma De-young (Sung Dong-il) yang merupakan ayah kandung dari saudara tiri Heo Joon-jae, Heo Chi-hyun (Lee Ji-hoon). Awalnya Ma De-young mengincar nyawa Heo Joon-jae atas permintaan istrinya/ ibu tiri Heo Joon-jae. Namun karena dihantui mimpi-mimpi masa lalu dan dia merasa ada kemiripan dengan kehidupannya saat ini, akhirnya dia tau bahwa Shim Chung yang bersama Heo Joon-jae adalah putri duyung dan hendak mendapatkannya. Mimpi-mimpi tersebut tak hanya menghantui Ma De-young, namun semua karakter yang terlibat. Mimpi yang membawa mereka ke masa lalu yang pernah mereka lalui dan seolah kejadian itu terulang lagi. Namun tidak bagi Joon-jae, dia berfikir bahwa gambaran masa lalu tersebut akan menuntunnya untuk mencegah hal buruk terulang lagi.

Mendekati episode akhir konflik mulai menjadi klimaks, saat ayah Joon-jae meninggal akibat racun yang diberikan oleh ibu tirinya. Perebutan warisan dianggap sebagai alasan Joon-jae dituduh sebagai pembunuh ayah kandungnya dan membuatnya ditangkap. Alih alih ditangkap, Joon-jae justru diculik oleh orang bayaran ibu tirinya dan hendak diracun dengan racun yang sama yang digunakan untuk membunuh ayahnya. Ibu dan saudara tirinya hendah membuat alibi bahwa Joon-jae bunuh diri dan meninggalkan surat wasiat berisi pengakuan bahwa dirinya yang telah membunuh ayah kandungnya. Rencana tersebut dibantu oleh Jo Nam-do yang merupakan sahabat Joon-jae. Persekongkolan Antara Nam-do dan Chi-hyun pun berakhir pada pengungkapan atas kejahatan yang dilakukan ibu tiri Joon-jae. Namun sebelum polisi membawa keduanya, terjadi konflik dan pengelakan sampai akhirnya Chi-hyun melepaskan tembakan pada Joon-jae. Alih alih Joon-jae yang tertembak justru Shim Chung yang menolongnya dan akhirnya dia yang tertembak.

Dalam perjalanan menuju kantor polisi Chi-hyun meminum racun yang hendak digunakan untuk membunuh Joon-jae, sementara ibunya harus menerima konsekuensi atas kejahatan sekaligus kehilangan anak dan suaminya. Sampai detik-detik akhir alur cerita makin membuat penasaran. Happy ending atau sad ending kah? Semua penjahat tertangkap dan mati namun putri duyung terluka parah dan kembali kelautan dengan menghapus semua ingatan orang-orang yang mengenalnya.

Awalnya aku berpikir masak endingnya gantung kaya gini sih. Emang sih banyak drama Korea yang endingnya gantung. Dan ternyata cerita masih berlanjut. Setelah tiga tahun Joon-jae menyelesaikan kuliah hukum dan menjadi jaksa, kedua temannya mendapatkan pekerjaan yang jauh dari penipuan, ibunya kembali menjadi wanita konglomerat yang dermawan. Namun bagaimana dengan si putri duyung?

Tonton sendiri ya gimana kisahnya, gimana endingnya, biar nggak penasaran dan nggak berhenti dari baca sinopsis aja. Oh ya satu lagi, bagian yang seru menurutku justru pertemuan awal dan adegan kejar-kejaran sama pembunuh bayaran di Spanyol. Mata penonton bener-bener dimanjakan dengan pemandangan dan suasana Spanyol. Keren lah pengambilan gambarnya.

Semoga bermanfaat dan selamat menonton.
baca reviewnya →→klik di sini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review “The Legend of The Blue Sea” Lee Min-ho dan Jun Ji Hyun

sumber gambar:  legend of the blue sea Akhirnya nonton dramanya Le Min Ho, sebenernya karena pemeran ceweknya sih alesan nonton drama ini. Yes.. Jun Ji-hyun adalah salah satu aktris Korea Selatan dengan honor tertinggi dan emang nggak perlu diragukan lagi kemampuan aktingnya. Well . Biar nggak berlama-lama, langsung saja kita review drama 2016 ini. Pada episode awal jalan cerita sedikit garing menurutku. Membosankan dan mulai terasa seperti alur sinetron yang dilebih-lebihkan. Tapi ya mau gimana lagi, ceritanyakan putri duyung yang keluar dari dunianya. Ya jelas aja kalau dia masih asing dan terlihat berbeda. Tapi jalan sampai beberapa episode berikutnya malah nagih dan bikin penasaran. Alur cerita masa modern dan masa lampau yang digabung dan dibuat berkaitan juga bikin drama ini makin seru. Awalnya sih mikir mungkin perjalanan waktu. Tapi ternyata malah kaya semacam mimpi atau ikatan antara masa lalu dan masa sekarang. Memasuki episode pertengahan penonton mulai...

Review Film " Real" Kim Soo Hyun 2017

Kali ini pingin berbagi pengalaman nonton film Real yang dibintangi sama Kim Soo Hyun dan Sulli ex girl grub FX kalau nggak salah. Film ini realis tahun 2017 lalu, tapi baru sempet nonton tahun kemaren 2018. Ketertarikan awal pingin nonton film ini sih karena sebelumnya sempet nonton filmnya Kim Soo Hyun yang Seceatly Greatly tahun 2013, karena di film itu aktingnya lumayan keren meski agak bikin ilfeel ya. Dari film Seceatly Greatly itu lah saya tertarik buat nonton film Real ini. Ide cerita film ini sih bisa dibilang sederhana. Mengkisahkan seorang gangster muda bernama Jang Tae Young yang bermimpi membangun sebuah hotel kasino. Kemudian datang seorang reporter yang tertarik dengan kehidupannya dan membuat dokumentasi tentang apa saja yang dilakukan Tae Young baik dalam kehidupan pribadinya maupun pekerjaannya. Untuk mengumpulkan data dan dokumentasi tersebut, si reporter mengikuti kemana saja Jang Tae Young pergi. Nah.. data yang dikumpulkan itu lah yang digunakan oleh si repo...

Book Shaming “Jangan Menghakimi Apa Yang Orang Lain Baca”

sumber gambar: https://editorialrxpress.com/book-readers-today/ Belum lama ini saya sedang membaca beberapa buku tentang strategi jualan online via medsos dan blog pribadi. Bacaan yang jauh berbeda dari buku yang selama ini saya baca. Mungkin karena memang sekarang sedang menjalankan usaha dan memang perlu strategi marketing online, saya memutuskan untuk belajar dari pengalaman pengusaha yang memang sukses memasarkan produk maupun jasa mereka melalui media ini. Nah… karena kebiasaan itu ada beberapa teman yang sering berkomentar. “tumben baca buku kaya gini?” Ada juga yang meremehkan bacaan yang sedang saya baca “emang bakalan berhasil kalau ngikutin tips-tips dari buku kaya gini?”. Yah...seorang temen juga ada yang dikritik karena hobby baca buku teenlit sementara dia mengambil studi sastra. Sejak kapan anak sastra nggak boleh baca novel teenlit. Sejak kapan ada keharusan anak sastra baca novel sastra atau puisi yang berat. Sejak kapan pula seorang aktivis ...