Memories Of The Alhambra ini sebenernya adalah salah satu drama yang udah aku tunggu-tunggu mulai dari trailernya muncul. Alasannya sih sederhana, karena setting tempatnya diambil di Granada Spanyol. Tepatnya di istana Alhambra yang merupakan peninggalan kerajaan islam di tanah Eropa. Tapi pas dramanya realis malah aktifitas semakin banyak dan nggak sempet nonton.
Baru sempet nonton belum lama ini, untungnya sih nggak marathon. Jadi lumayan bisa menikmati jalan cerita per episode. Sedikit cerita sih tentang tertundanya nonton Memories Of The Alhambra ini sebenernya nggak Cuma soal kerjaan aja, tapi juga beberapa review yang muncul yang bikin niatan menunda semakin panjang. Belum lagi sempet berprasangka kalau drama ini bakal fokus ke melowdrama. Tapi pas keturutan nonton, anggapan-anggapan itu runtuh seketika.
Drama ini lebih dominan gendre fantasi, meski ada romance tapi ngak begitu mendominasi, aktion, trailer juga lumayan banyak meski nggak ada adegan perkelahian dengan kontak fisik.
Hal yang bikin drama ini menarik selain ide cerita adalah alur yang dibikin maju mundur. Meski alurnya maju mundur kaya lagunya Syahrini, tapi tetep nggak bikin penonton bingung, malah semakin jelas setelah dibuat penasaran pada adegan sebelumnya. Sayangnya teknik ini terlalu sering digunakan, jadi sedikit bosen juga sih jadinya.
Kalau kalian tipikal orang yang nonton karena baca blurb sebelumnya. kalian pasti bakal terkejut karena konten promosi dan drama sedikit banyak yang berbeda. Di blurb dituliskan bahwa Memories Of The Alhambra mengisahkan seorang direktur perusahaan investasi yang melakukan perjalanan bisnis dan tengah mengalami masalah dengan perusahaannya. Dia menginap di Hostal Bonita yang dikelola oleh Jung Hee-joo yang diperankan oleh park shin-hye. tidak dijelaskan kalau si direktur Yoo Jin-woo yang diperankan oleh Hyun Bin ini terjebak dalam pertempuran dalam game dan harus menyelesaikan misi dalam game tersebut untuk menemukan adik Hee-joo yang merupakan creator game yang menghilang setelah menghubungi Yoo Jin-woo.
Sepanjang perjalanan Yoo Jin-woo di Granada dia menghabiskan waktunya untuk menguji coba game, sampai pertemuannya dengan Cha Heon-seok, sahabat yang menikahi matan istri pertamanya. Kisah percintaan tokoh utama di sini emang agak rumit sih, tapi cukup apik karena konflik pasangan masih berhubungan dan saling berkaitan dengan misinya. Judul Memories Of The Alhambra sendiri pada awalnya aku pikir kenangan si direktur selama menlakukan perjalanan bisnis ke Granada, eh ternyata itu nama game yang dikembangkan sama Jung Se-joo (Chanyeol) adik Jung Hee-joo. Menggunakan sejarah islam dan istana Alhambra sebagai ide pengembangan game
Romance drama ini emang nggak begitu menonjol tapi cukup dewasa menurutku. Tidak terlalu mengekspos kemesraan pasangan. Mungkin karena usia tokoh-tokohnya sudah dewasa kali ya, jadi kisah percintaannya pun lebih dewasa. Dan yang paling aku suka adalah tidak ada adegan kissing yang tidak pada tempatnya, tidak ada tokoh utama dengan kepribadian sempurna. Jadi meskipun gendrenya fantasi tapi penulis naskah masih memanusiakan tokoh-tokohnya.
Meskipun garis besar ceritanya Jin-woo harus menyelesaikan misi untuk menemukan Se-joo dan menghapus error pada game agar perusahaannya tidak bangkrut, namun setiap episode ini jujur bikin penasaran. Bagaimana kelanjutannya, Se-joo yang pada episode pertama tertembak di kereta dan sontak bikin penonton berpikir kalau dia mati tapi tiba-tiba di pertengahan lawan duel Jin-woo, Heon-seok yang kalah dalam duelnya ternyata benar-benar meninggal di dunia nyata namun masih ada dalam game. Sampai pada episode 12 penonton diajak kembali pada kejadian sebelum Jin-woo menyusul Se-joo ke stasiun. Semakin mendekati ending misteri hilangnya adik Hee-joo semakin jelas dan konflik makin memuncak. Bagaimana tokoh utama didesak oleh sahabatnya, sekretaris yang merupakan orang kepercayaannya meninggal dalam pertempuran game, perusahaan yang didirikannya mulai meninggalkannya, satu persatu orang didekatnya mulai menganggapnya gila sementara dia harus menyelesaikan misi game untuk bertahan hidup.
Sampai pada episode terakhir, penonton mulai dibuat bertanya-tanya setelah Jin-woo berhasih menyelesaikan misi dan mereset ulang game. Aku pikir dia juga ikut kereset, sampai si creator bilang kalau hadiah sebagai master yang menyelesaikan misi adalah menyeting dirinya agar tak terlihat program sebagai upaya menyelamatkan diri. Akibatnya dia selamat namun tidak dapat terlihat baik oleh karakter game maupun dunia nyata. Banyak yang kecewa sama endinya karena Jin-woo dan Hee-joo tidak bertemu. Ada yang bilang endingnya nggantung, tapi menutku ini happy ending. Kenapa? Karena error game berhasil diatasi Se-joo kembali dan dapat bekerja di perusahaan sebagai pengembang game, perusahaan yang didirikan Jin-woo mengalami keuntungan yang pesat karena penjualan game dan lensa pintar, dan pada menit terakhir ternyata Jin-woo masih hidup meski dalam karakter game. Ending semacam ini sebenernya memberi ruang bagi penonton untuk melanjutkan akhir drama ini sendiri. Meskipun dua tokoh utama tidak dipertemukan, namun faktanya tokoh utama masih hidup dan itu sudah satu pertanda kalau drama ini berakhir bahagia.
Dari pada terpengaruh sama review yang bersliweran, silahkan tonton dan buktikan sendiri. Sumpah ini drama yang alur cerita, konflik, dan acting pemain-pemainnya bikin susah move on. Recommended banget buat ditonton, tapi jangan marathon biar bener-bener bisa menikmati cerita per episodenya. Dan satu lagi, selain Lee Jung-suk dalam drama Pinnocio, menurutku Hyun Bin dalam Memories of The Alhambra adalah best couplenya Park Shin-Hye. Berasa mereka pacaran beneran pas nonton drama ini.

Komentar
Posting Komentar