Langsung ke konten utama

Review Memories Of The Alhambra “Hyun Bin dan Park Shin-hye” (2018)




Memories Of The Alhambra ini sebenernya adalah salah satu drama yang udah aku tunggu-tunggu mulai dari trailernya muncul. Alasannya sih sederhana, karena setting tempatnya diambil di Granada Spanyol. Tepatnya di istana Alhambra yang merupakan peninggalan kerajaan islam di tanah Eropa. Tapi pas dramanya realis malah aktifitas semakin banyak dan nggak sempet nonton.

Baru sempet nonton belum lama ini, untungnya sih nggak marathon. Jadi lumayan bisa menikmati jalan cerita per episode. Sedikit cerita sih tentang tertundanya nonton Memories Of The Alhambra ini sebenernya nggak Cuma soal kerjaan aja, tapi juga beberapa review yang muncul yang bikin niatan menunda semakin panjang. Belum lagi sempet berprasangka kalau drama ini bakal fokus ke melowdrama. Tapi pas keturutan nonton, anggapan-anggapan itu runtuh seketika.

Drama ini lebih dominan gendre fantasi, meski ada romance tapi ngak begitu mendominasi, aktion, trailer juga lumayan banyak meski nggak ada adegan perkelahian dengan kontak fisik.

Hal yang bikin drama ini menarik selain ide cerita adalah alur yang dibikin maju mundur. Meski alurnya maju mundur kaya lagunya Syahrini, tapi tetep nggak bikin penonton bingung, malah semakin jelas setelah dibuat penasaran pada adegan sebelumnya. Sayangnya teknik ini terlalu sering digunakan, jadi sedikit bosen juga sih jadinya.

Kalau kalian tipikal orang yang nonton karena baca blurb sebelumnya. kalian pasti bakal terkejut karena konten promosi dan drama sedikit banyak yang berbeda. Di blurb dituliskan bahwa Memories Of The Alhambra mengisahkan seorang direktur perusahaan investasi yang melakukan perjalanan bisnis dan tengah mengalami masalah dengan perusahaannya. Dia menginap di Hostal Bonita yang dikelola oleh Jung Hee-joo yang diperankan oleh park shin-hye.  tidak dijelaskan kalau si direktur Yoo Jin-woo yang diperankan oleh Hyun Bin ini terjebak dalam pertempuran dalam game dan harus menyelesaikan misi dalam game tersebut untuk menemukan adik Hee-joo yang merupakan creator game yang menghilang setelah menghubungi Yoo Jin-woo.

Sepanjang perjalanan Yoo Jin-woo di Granada dia menghabiskan waktunya untuk menguji coba game, sampai pertemuannya dengan Cha Heon-seok, sahabat yang menikahi matan istri pertamanya. Kisah percintaan tokoh utama di sini emang agak rumit sih, tapi cukup apik karena konflik pasangan masih berhubungan dan saling berkaitan dengan misinya. Judul Memories Of The Alhambra sendiri pada awalnya aku pikir kenangan si direktur selama menlakukan perjalanan bisnis ke Granada, eh ternyata itu nama game yang dikembangkan sama Jung Se-joo (Chanyeol) adik Jung Hee-joo. Menggunakan sejarah islam dan istana Alhambra sebagai ide pengembangan game

Romance drama ini emang nggak begitu menonjol tapi cukup dewasa menurutku. Tidak terlalu mengekspos kemesraan pasangan. Mungkin karena usia tokoh-tokohnya sudah dewasa kali ya, jadi kisah percintaannya pun lebih dewasa. Dan yang paling aku suka adalah tidak ada adegan kissing yang tidak pada tempatnya, tidak ada tokoh utama dengan kepribadian sempurna. Jadi meskipun gendrenya fantasi tapi penulis naskah masih memanusiakan tokoh-tokohnya.

Meskipun garis besar ceritanya Jin-woo harus menyelesaikan misi untuk menemukan Se-joo dan menghapus error pada game agar perusahaannya tidak bangkrut, namun setiap episode ini jujur bikin penasaran. Bagaimana kelanjutannya, Se-joo yang pada episode pertama tertembak di kereta dan sontak bikin penonton berpikir kalau dia mati tapi tiba-tiba di pertengahan lawan duel Jin-woo, Heon-seok yang kalah dalam duelnya ternyata benar-benar meninggal di dunia nyata namun masih ada dalam game. Sampai pada episode 12 penonton diajak kembali pada kejadian sebelum Jin-woo menyusul Se-joo ke stasiun. Semakin mendekati ending misteri hilangnya adik Hee-joo semakin jelas dan konflik makin memuncak. Bagaimana tokoh utama didesak oleh sahabatnya, sekretaris yang merupakan orang kepercayaannya meninggal dalam pertempuran game, perusahaan yang didirikannya mulai meninggalkannya, satu persatu orang didekatnya mulai menganggapnya gila sementara dia harus menyelesaikan misi game untuk bertahan hidup.

Sampai pada episode terakhir, penonton mulai dibuat bertanya-tanya setelah Jin-woo berhasih menyelesaikan misi dan mereset ulang game. Aku pikir dia juga ikut kereset, sampai si creator bilang kalau hadiah sebagai master yang menyelesaikan misi adalah menyeting  dirinya agar tak terlihat program sebagai upaya menyelamatkan diri. Akibatnya dia selamat namun tidak dapat terlihat baik oleh karakter game maupun dunia nyata. Banyak yang kecewa sama endinya karena Jin-woo dan Hee-joo tidak bertemu. Ada yang bilang endingnya nggantung, tapi menutku ini happy ending. Kenapa? Karena error game berhasil diatasi Se-joo kembali dan dapat bekerja di perusahaan sebagai pengembang game, perusahaan yang didirikan Jin-woo mengalami keuntungan yang pesat karena penjualan game dan lensa pintar, dan pada menit terakhir ternyata Jin-woo masih hidup meski dalam karakter game. Ending semacam ini sebenernya memberi ruang bagi penonton untuk melanjutkan akhir drama ini sendiri. Meskipun dua tokoh utama tidak dipertemukan, namun faktanya tokoh utama masih hidup dan itu sudah satu pertanda kalau drama ini berakhir bahagia.

Dari pada terpengaruh sama review yang bersliweran, silahkan tonton dan buktikan sendiri. Sumpah ini drama yang alur cerita, konflik, dan acting pemain-pemainnya bikin susah move on. Recommended banget buat ditonton, tapi jangan marathon biar bener-bener bisa menikmati cerita per episodenya. Dan satu lagi, selain Lee Jung-suk dalam drama Pinnocio, menurutku Hyun Bin dalam Memories of The Alhambra adalah best couplenya Park Shin-Hye. Berasa mereka pacaran beneran pas nonton drama ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review “The Legend of The Blue Sea” Lee Min-ho dan Jun Ji Hyun

sumber gambar:  legend of the blue sea Akhirnya nonton dramanya Le Min Ho, sebenernya karena pemeran ceweknya sih alesan nonton drama ini. Yes.. Jun Ji-hyun adalah salah satu aktris Korea Selatan dengan honor tertinggi dan emang nggak perlu diragukan lagi kemampuan aktingnya. Well . Biar nggak berlama-lama, langsung saja kita review drama 2016 ini. Pada episode awal jalan cerita sedikit garing menurutku. Membosankan dan mulai terasa seperti alur sinetron yang dilebih-lebihkan. Tapi ya mau gimana lagi, ceritanyakan putri duyung yang keluar dari dunianya. Ya jelas aja kalau dia masih asing dan terlihat berbeda. Tapi jalan sampai beberapa episode berikutnya malah nagih dan bikin penasaran. Alur cerita masa modern dan masa lampau yang digabung dan dibuat berkaitan juga bikin drama ini makin seru. Awalnya sih mikir mungkin perjalanan waktu. Tapi ternyata malah kaya semacam mimpi atau ikatan antara masa lalu dan masa sekarang. Memasuki episode pertengahan penonton mulai...

Review Film " Real" Kim Soo Hyun 2017

Kali ini pingin berbagi pengalaman nonton film Real yang dibintangi sama Kim Soo Hyun dan Sulli ex girl grub FX kalau nggak salah. Film ini realis tahun 2017 lalu, tapi baru sempet nonton tahun kemaren 2018. Ketertarikan awal pingin nonton film ini sih karena sebelumnya sempet nonton filmnya Kim Soo Hyun yang Seceatly Greatly tahun 2013, karena di film itu aktingnya lumayan keren meski agak bikin ilfeel ya. Dari film Seceatly Greatly itu lah saya tertarik buat nonton film Real ini. Ide cerita film ini sih bisa dibilang sederhana. Mengkisahkan seorang gangster muda bernama Jang Tae Young yang bermimpi membangun sebuah hotel kasino. Kemudian datang seorang reporter yang tertarik dengan kehidupannya dan membuat dokumentasi tentang apa saja yang dilakukan Tae Young baik dalam kehidupan pribadinya maupun pekerjaannya. Untuk mengumpulkan data dan dokumentasi tersebut, si reporter mengikuti kemana saja Jang Tae Young pergi. Nah.. data yang dikumpulkan itu lah yang digunakan oleh si repo...

Book Shaming “Jangan Menghakimi Apa Yang Orang Lain Baca”

sumber gambar: https://editorialrxpress.com/book-readers-today/ Belum lama ini saya sedang membaca beberapa buku tentang strategi jualan online via medsos dan blog pribadi. Bacaan yang jauh berbeda dari buku yang selama ini saya baca. Mungkin karena memang sekarang sedang menjalankan usaha dan memang perlu strategi marketing online, saya memutuskan untuk belajar dari pengalaman pengusaha yang memang sukses memasarkan produk maupun jasa mereka melalui media ini. Nah… karena kebiasaan itu ada beberapa teman yang sering berkomentar. “tumben baca buku kaya gini?” Ada juga yang meremehkan bacaan yang sedang saya baca “emang bakalan berhasil kalau ngikutin tips-tips dari buku kaya gini?”. Yah...seorang temen juga ada yang dikritik karena hobby baca buku teenlit sementara dia mengambil studi sastra. Sejak kapan anak sastra nggak boleh baca novel teenlit. Sejak kapan ada keharusan anak sastra baca novel sastra atau puisi yang berat. Sejak kapan pula seorang aktivis ...